5 Alasan Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

6 Likes Comment

Ibarat konsumen adalah raja. Kepuasan konsumen merupakan segalanya. Produk tidak laku mencerminkan pemasaran gagal. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh produsen tidak cukup menarik konsumen berbelanja. Berikut ini adalah beberapa alasan konsumen tidak membeli produk anda.

5 Alasan Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

5 Alasan Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

Alasan pertama, kualitas produk dinilai oleh konsumen tidak standar. Standar kualitas yang baku mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar ini sudah mencakup aturan-aturan yang berlaku saat ini. Standar kualitas yang kurang dari itu membuat konsumen ragu untuk berbelanja. Keraguan konsumen akan berdampak produk tidak laku. Seandainya produk ini terbeli, konsumen enggan membeli produk tersebut kembali. Pemakaian strategi pemasaran apapun, dampaknya tetap negatif di ujung pemasaran. Lebih baik produsen memenuhi Standar Nasional Indonseia (SNI) dan produsen bermain pada harga produk.

Alasan kedua, produk tidak memiliki identitas yang jelas. Produk yang tidak jelas identitas menurut visi dan misi sulit diterima oleh konsumen. Konsumen merasa tidak puas dengan nilai produk tersebut. Apalagi saingan produk tersebut yang jelas identitasnya sama-sama menyasar pasar yang dituju oleh produsen. Produk tidak laku mengakibatkan pemasaran gagal. Strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh produsen untuk produk ini yaitu visi dan misi produk harus diperjelas oleh produsen. Selain itu, sasaran konsumen yang dituju oleh perusahaan lebih spesifik lagi.

Alasan ketiga, segmen pasar terlalu sempit atau segmen pasar terlalu luas. Segmen pasar yang sempit membuat volume atau jumlah produk terjual sedikit. Penambahan jumlah konsumen potensial yang akan membeli produk sangat sulit. Hal yang sama terjadi pada produk yang memilih segmen terlalu luas. Produk tak laku ini sering terjadi pada jenis barang media cetak, alat permainan, industri kreatif. Strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan antara lain variasi produk sesuai segmen pasar.

Alasan keempat, harga produk terlalu tinggi atau terlalu rendah. Harga yang terlalu tinggi membuat daya beli konsumen tidak terjangkau. Harga yang terlalu rendah membuat konsumen ragu-ragu. Penetapan harga wajar mengikuti hukum permintaan dan penawaran salah satu pilihan yang baik. Strategi pemasaran yang lain yaitu produsen membuat inovasi baru. Biaya produksi dapat diatur oleh produsen untuk menghasilkan harga jual produk yang kompetitif.

Alasan kelima, situasi dan kondisi perekonomian nasional yang berada pada masa resesi. Momok yang menakutkan semua orang yaitu inflasi bahan makanan pokok yang tinggi. Hampir semua orang menahan pembelian kebutuhan sekunder. Saat bersamaan pendapatan tak kunjung mengalami peningkatan. Daya beli konsumen tidak dapat menjangkau harga jual produk. Jumlah produk tidak laku menumpuk di gudang. Pemasaran gagal seperti ini harus disiasati oleh perusahaan dengan permainan harga. Selain itu produk yang dihasilkan oleh produsen harus ada sentuhan teknologi terbaru yang hemat biaya produksi.

You might like

About the Author: masterseoid

Saya adalah admin dari masterseoid.com yang menyajikan informasi menarik seputar informasi online yang memang sudah sangat berkembang. Oleh sebab itu saya berharap semua informasi yang saya sajikan ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca di blog saya ini. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *